7 Kebiasaan yang Dilakukan Seorang Pemenang.

george-foreman-is-counted-out-in-zaire-as-muhammad-ali-looks-on-514378366

Dalam setiap kompetisi, semua orang bersemangat, semua orang berlatih dan berusaha keras untuk menang, tapi tetap hanya ada satu juara. Lalu mengapa mereka yang sudah bersemangat, berlatih dan berusaha keras untuk meraih kemenangan, tidak bisa menjadi juara? Apakah benar satu orang yang menjadi juara berlatih dan melakukan perjuangan jauh lebih besar dibandingkan mereka yang tidak juara?

Sudah menjadi hal yang wajar bila dalam suatu kompetisi semua pesertanya mengharapkan kemenangan. Bahkan bagi kontestan underdogpun, masih ada pengharapan bagi mereka untuk paling tidak terangkat dari posisi terbawah.

Dari hasil pengamatan saya, mereka yang menjadi juara, biasanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang berikut:

  1. Mengenali Kemampuan Diri

Mengenali kemampuan diri sebenarnya seperti memilih senjata untuk dipakai berperang. Ada orang yang suka menjadi sniper (penembak jarak jauh), ada yang suka menggunakan machine gun untuk pertarungan jarak dekat yang bisa memuntahkan banyak amunisi dalam waktu singkat, dan masih banyak lagi. Lalu mana senjata yang paling tepat? Jawabannya adalah yang paling nyaman kita gunakan. Sama seperti potensi diri, ketika kita belum tahu dan berusaha menemukan potensi diri kita, temukan hal-hal yang paling nyaman yang bisa kita kerjakan. Jangan sampai pergi berperang ketika kita masih bingung memilih senjata. Temukan dulu senjata yang pas, sehingga kita bisa berfokus memenangkan pertempuran. Untuk menggali potensi diri lebih dalam lagi, anda bisa membaca juga artikel berikut Masih Ragu, Apa Passionmu? Temukan Sekarang! Ini Caranya…

  1. Memahami Resiko

Setiap hal yang kita kerjakan pasti memiliki resiko. Dalam sebuah kompetisi, resiko terburuknya adalah kekalahan, dalam dunia bisnis resiko terburuknya adalah pailit atau bangkrut, dalam dunia profesional resiko terburuknya dipecat atau kehilangan pekerjaan. Setiap profesi memiliki resiko, tapi justru dengan memahami resiko dalam setiap pekerjaan dan kemungkinan apa yang akan terjadi bila mengalami resiko terburuk, maka seorang pemenang akan berusaha ekstra keras agar terhindar dari resiko tersebut. Dengan memahami resiko juga akan membuat mereka terhindar dari kemalasan karena selalu dibayang-bayangi ketakutan akan resiko terburuk yang terjadi bila gagal menjadi pemenang. Beberapa waktu lalu saya sempat menulis artikel Jagalah Ketakutanmu, dalam artikel ini anda akan menemukan alasan mengapa ketakutan harus tetap dijaga bersemayam dalam diri.

  1. Merencanakan Kehidupan

Sun Tzu, seorang ahli strategi perang dari China menempatkan perencanaan pada bab pertama dalam karya besarnya 13 Strategi Perang. Sebegitu pentingnya perencanaan sampai-sampai banyak bermunculan teori perencanaan bisnis, dan rata-rata perusahaan besar pasti melakukan perencanaan dan evaluasi setiap awal dan akhir tahun.

Seorang pemenang biasanya tahu betul apa yang dia inginkan, mencari tahu bagaimana cara mewujudkannya, dan bisa memperkirakan kapan dia akan berada pada pencapaian tertentu, dan semua itu adalah bagian dari perencanaan.

 “You were born to win, but to be a winner, you must plan to win, prepare to win, and expect to win”

Zig Ziglar

  1. Memegang Kendali

Seorang pemenang biasanya memiliki keteguhan hati yang kuat. Mereka tidak akan pernah membiarkan siapapun menghalangi mimpinya. Mereka yakin, bahwa memang ada harga yang harus dibayar untuk berpegang teguh pada keyakinan untuk mewujudkan impian. Buruknya bila terlalu berlebihan, orang-orang ini bisa menjadi terlalu frontal bahkan cenderung menjadi pemberontak. TIndakan ini tentu akan memiliki resiko yang cukup besar. Kembali berpikir ke point 2 di atas (memahami resiko), bila anda sudah memahami dan siap dengan resikonya, silahkan lakukan apa yang anda ingin lakukan, tapi bila belum siap, lakukan tanggung jawab kecil yang anda bisa pegang kendalinya, seperti misalnya bangun lebih pagi untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, berhenti merokok, membaca buku, dan lain sebagainya. Memegang kendali dapat pula diartikan dengan memastikan perencanaan yang telah anda buat di point 3 (merencanakan kehidupan) benar-benar berjalan, tidak mau kalah dengan hambatan yang menghadang. Jika gagal mereka akan selalu mencoba kembali. Mereka selalu berpikir bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Baca juga artikel berikut “Produk Gagal” Laris Manis yang Mampu Mengubah Dunia

  1. Berpikir 25/8/49

Tidak perlu melihat kalender, karena sub judul di atas bukanlah tanggal suatu kejadian. Sub judul di atas maksudnya bahwa seorang pemenang akan selalu memikirkan apa yang menjadi tujuannya selama 25 jam dalam sehari, 8 hari dalam seminggu, dan 49 minggu dalam setahun. Artinya kapanpun dan dimanapun, mereka tidak akan beristirahat untuk berpikir tentang bagaimana cara mencapai tujuannya. Saat menunggu sarapan pagi tersaji, saat saat antri di mesin ATM, saat terjebak dalam kemacetan, secara tidak sadar pikiran mereka hanya tentang GOAL atau tujuan mereka untuk meraih kemenangan.

  1. Tidak Pernah Menunggu

Banyak hal yang bisa membuat kita menunggu melakukan sesuatu, dan tanpa kita sadari waktu akan terbuang sia-sia saat menunggu. Tidak ada yang bisa menghentikan lajunya waktu, seorang pemenang tidak akan membiarkan sedetikpun waktunya terbuang untuk tidak melakukan atau melakukan sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat untuk membuat impiannya tercapai. Mereka memiliki manajemen waktu yang baik, mereka memiliki must to do list dan berusaha melakukan aktivitas sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

 “The key is not to prioritize what’s on your schedule, but to schedule your priorities.”

– Stephen Covey –

  1. Menemukan Mentor

Mentor adalah salah satu hal wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemenang. Sebuah tim yang memiliki banyak pemain bintangpun bisa saja akan kalah dengan tim lain yang tidak terlalu dijagokan bila salah memilih pelatih, apapalagi bila tidak memiliki pelatih. Seorang pemenang membutuhkan mentor untuk mengarahkan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mentor akan memberikan sort cut agar kita lebih cepat belajar dan melewati kegagalan yang pernah mereka lalui. Tapi kita perlu berhati-hati dalam memilih mentor. Jangan bertanya tentang bagaimana caranya bermain basket yang baik kepada pelatih bulu tangkis. Yang penting sesuai dengan bidang yang kita jalani, bahkan bertanya kepada pelatih tim basket yang berada dalam posisi terbawah dalam sebuah ligapun tidak masalah asalkan yang kita serap adalah pengetahuan mengenai apa alasannya tim yang dilatih bisa berada pada posisi buncit, sehingga kita tidak melakukan kesalahan yang sama.

 

Kebiasaan memang sulit diubah, tapi bila mau memaksakan diri, kesulitan hanya akan terasa diawal karena telah bertransformasi menjadi kebiasaan baru.

 

“You were born to win, but to be a winner, you must plan to win, prepare to win, and expect to win”

Zig Ziglar

 

One Reply to “7 Kebiasaan yang Dilakukan Seorang Pemenang.”

  1. Dear Yugo

    Terus terang tulisan anda membuka mata sy lebih termotivasi utk menjalani hidup ini, dan sy bersyukur bisa bertemu dg Anda yg cerdas, tetap lah berkarya sahabat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *