Business Trip To Palu

???????????????????????????????Beberapa menit sebelum mendarat, ketegangan sudah terasa. Cabin crew mengumumkan bahwa kondisi cuaca sedang tidak baik, saya langsung menyapukan pandangan ke luar jendela. Yang terlihat adalah awan-awan putih saling berkejaran dan secara tiba-tiba muncul deretan pegunungan hijau di tepi pantai yang sangat indah. Saya sempat mengambil nafas lega, tapi tidak berlangsung lama, sampai akhirnya saya sadar bahwa celah yang terlihat di balik pegunungan itu adalah rute yang harus saya lalui untuk mendarat.

Waktu itu jam di tangan saya menunjukkan pukul satu siang WITA, udara panas langsung menyergap saat saya untuk pertama kali menginjakkan kaki di kota Palu. Tidak lama waktu yang saya butuhkan untuk keluar bandara, tidak terlalu besar tapi cukup rapi. Tidak terlalu banyak kios, tidak terlalu banyak penjajah mobil sewaan. Yah setidaknya membuat saya sedikit tertarik terhadap Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah ini. Saya tidak mau terlalu euphoria hanya karena melihat bandaranya saja.

IMG_20141209_183121

Saya ingin keliling dan memotret bandara, tapi ternyata saya sudah dijemput. Setelah tas ransel, tas laptop dan koper sudah lengkap naik ke mobil, saya langsung meluncur meninggalkan bandara.

Berkenalan singkat dengan dua orang teman baru yang menjemput, obrolan saya mulai dengan menanyakan sekilas tentang sejarah, kondisi dan demografi kota palu, dilanjutkan dengan diskusi makanan khas palu yang pada akhirnya berujung pada tawaran mampir ke warung kaledo yang lumayan terkenal. Mereka seperti bisa membaca suara perut saya, gayung bersambut, saya langsug mengiyakan ajakan mereka.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Kaledo adalah singkatan dari Kaki Lembu Donggala. Dulu memang kaledo dibuat dari kaki lembu, tapi karena mulai susah didapat, kebanyakan sekarang diganti dengan kaki sapi. Pesan saya, bila anda berkunjung ke Palu, jangan pernah lewatkan mencicipi makanan khas yang satu ini. Sebenarnya kaledo adalah Sup Kaki Sapi kalo di Jawa mungkin mirip Kikil tapi kuahnya bening. Tulang-tulang kaki sapi direbus sampai empuk, lalu ditambahi bumbu-bumbuan seperti asam, cabe rawit dan garam.

Kaledo makanan 2

Juaranya kaki sapi tentu ada di sum-sumnya, begitu juga kaledo, kenikmatan sum-sumnya sudah tidak terbantahkan, ditambah lagi cara makannya yang unik. Lubang yang berada di tengah tulang diisi sedikit kuah lalu dihancurkan di dalam, nah yang menarik, kita diberi sedotan. Jadi sedotan ini bisa kita gunakan untuk menghancurkan sum-sum untuk kemudian slurrpppp, kita nikmati sampai habis tak tersisa. Bila saya diminta member nilai, tentu 9 untuk Kaledo.

Setelah selesai makan, saya langsung diantar menuju hotel. Saya menginap di Swissbell Hotel Palu. Dari pertama masuk terlihat biasa-biasa saja. Saya disambut Pub & Karaoke di depan hotel, Resto yang lumayan besar, dan gedung tambahan yang sedang dalam tahap pembangunan. Posisi hotelnya ada di balik bangunan hiburan tadi.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Yang membuat saya tercengang adalah pemandangan di jendela kamar saya. Teluk yang langsung terhubung ke laut. Tak terungkapkan dengan kata-kata. Tanpa sempat menata tas, saya langsung membuka jendela dan menghirup udaranya dalam-dalam. Kurang lebih lima belas menit saya terdiam. Nampaknya Palu sudah menyihir saya. Bahkan hanya dengan kaledo dan pemandangan teluk di belakang Swissbell Hotel saja, saya sudah jatuh cinta dengan Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *