Online VS Offline Personal Brand

870c8fac59b2f4fea2fd65369ef432b0

Bukalah Google dari komputer atau smartphone Anda, ketikan nama dan kota tempat tinggalmu. Kalau Anda memiliki blog, akun social media seperti facebook, twitter, linked in, you tube ataupun yang lainnya, semua itu pasti akan muncul di hasil pencarian Google. Amazing bukan?

Semua informasi tentang siapa dan seperti apa kita, dapat dengan mudah ditemukan di internet.

Informasi itu tidak bisa dihilangkan ataupun dihapus, yang bisa kita lakukan adalah mengkontrol dan memanage informasi apa tentang diri kita yang kita inginkan orang lain ketahui.

Untitled

Tentu habit kita dalam melakukan posting secara online akan sangat berkaitan dengan tindakan kita dunia offline (nyata). Mostly, mereka yang memiliki Offline Personal Brand yang baik, katakanlah seorang artis, akan sangat menjaga konten online mereka, bahkan sampai ada yang bela-belain meng-hire (SMC) Social Media Consultant untuk memanage Online Personal Brand mereka, agar terkemas dengan cantik.

 

“Lalu apa untungnya saya memiliki Online Personal Brand  yang baik dan terjaga kualitas kontennya? saya kan bukan artis…”

 

Memang, paradoks ini sangat berkembang di masyarakat offline/ online, yang menurut saya sebetulnya itu hanyalah sebuah alasan bagi mereka yang tidak mau memanfaatkan ilmu dan sumber daya yang mereka miliki untuk memberikan manfaat pada sesama (baca: malas). Bahkan ada sebagian yang berpendapat bahwa media sosial itu hanya untuk bersenang-senang dan say hello pada teman-teman kita.

 

Semua itu tidak ada yang salah, bila pada porsi yang tepat. Tapi kebanyakan yang terjadi, lebih banyak orang yang memposting postingan yang tidak bermutu seperti curhat permasalahan pribadi, marah-marah yang tidak jelas, pamer (foto makanan, liburan, baju baru) dan lain-lain, sehingga keluar di timeline kita dan saya rasa itu sangat mengganggu dan menyita waktu . Sesekali dilakukan mungkin menarik untuk meningkatkan engadement  dengan follower, tapi bila berlebihan tentu akan sangat mengganggu, terutama bagi mereka yang membuka sosial media untuk update informasi yang sedang trend.

 

Sebetulnya bila bicara masalah keuntungan memiliki Online Personal Brand yang baik itu akan muncul banyak jawaban. Beberapa teman saya yang berprofesi sebagai artist ataupun seorang praktisi, yang tadinya tidak terlalu mementingkan sosial media, namun memiliki kebiasaan posting hal-hal yang positif dan bermanfaat di sosial media, akhirnya merasa pribadinya semakin berkembang karena banyak mendapatkan interaksi dengan followernya, bahkan tidak sedikit dari follower yang memberikan pertanyaan yang menuntut mereka untuk belajar lagi guna menemukan jawabannya. Kalau follower sudah banyak dan interaksinya cukup kuat, besar kemungkinan brand-brand yang memiliki kategori sesuai dengan kategori postingan mereka akan berminat untuk beriklan pada.

 

SocialMediaToday-Impact-of-Social-Customer-Service-Oct2012

Bahkan bukan hanya untuk personal, untuk sebuah perusahaan skala besarpun, pemanfaatan konten sosial media yang positif akan memberikan dampak yang cukup bagus terhadap nilai kepuasan pelanggan, seperti terlihat pada diagram di atas.

 

Di era sekarang ini, apapun yang kita tuangkan di internet akan menjadi jejak kehidupan, lalu pertanyaannya, “sampai saat ini, apakah kita sudah cukup bangga meninggalkan jejak kehidupan yang dapat dilihat anak cucu kita kelak melalui internet?”

 

Hahaha, tapi semua itu pilihan, yang perlu digarisbawahi adalah saya membuat tulisan ini bukan untuk mendorong anda meraih kesuksesan secara finansial seperti artist-artist baru yang muncul dari twitter, instagram atau youtube, karena saya bukanlah seorang Social Media Expertist, tapi lebih kepada rasa prihatin saya membaca timeline isinya seperti di bawah ini:

 

@xxxxx: aku sebel sama pacarku, masak semalem ditinggal tidur, padal janjinya mau telponan

 

@#^@: rambut lagi lepek, ga banget hari ini…

 

@89834: Anxxng semua, deket sama gw pas lagi ada butuhnya doank

 

Nb: tadinya mau saya screenshoot, tapi takut akan terjadi perdebatan yang lebih panjang lagi.

Semoga kita semua bisa mendappatkan manfaat dan menjadi penyebar manfaat dari sosial media. Yuukk, bijak bersocmed…

Mereka yang membaca artikel di atas, biasanya juga membaca artikel berikut:

3 Replies to “Online VS Offline Personal Brand”

  1. Just my opinion, related in this article, may be in the next artikel you can write down the impact of socmed in business campaign or related on product complaint because socmed user always shows their dissatisfaction in socmed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *