Merdeka, Berdamai Dengan Hati

pidato-bk

Merdeka, merdeka, merdeka…
Seharian penuh kemaren kita mendengar banyak orang menyorakkan kegirangan saat merayakan hari jadi negara kita tercinta.

Tapi apakah kita yang mungkin ikut terhanyut dalam perayaan tersebut sudah merdeka hatinya?

Sejatinya kemerdekaan adalah sebuah kebebasan, saya sendiri mengartikan kebebasan tersebut adalah kedamaian sebuah jiwa dengan hatinya. Saat seseorang mampu bertindak dan berkarya tanpa memperdulikan komentar dari siapapun di sekililingnya, dengan tetap mengedepankan rasa hormat terhadap kepentingan orang lain, tidak menyakiti hati orang lain.

Bayangkan bila kita selalu bertindak dan berkarya, namun tindakan dan karya tersebut kita lakukan di bawah pengaruh tekanan dan prinsip-prinsip orang lain yang dipaksakan, harus kita lakukan, walaupun bertentangan dengan hati kita.

Saya percaya saat kita bertindak dan berkarya di bawah tekanan, maka saat itu karya terbaik kita tidak akan muncul.

Contoh kasus, banyak kita jumpai orang bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliah yang diambil. Banyak yang beralasan karena cari kerja sekarang susah, jadi ya seadanya pekerjaan dilakukan.

Menurut saya kasus tersebut adalah contoh-contoh orang yang menyerah, yang tidak merdeka hatinya. Mungkin akan lebih baik bila kita punya sebuah passion atau kecintaan, kita perjuangkan passion itu dan kita harus bisa berkomitmen untuk berhasil dalam pilihan tersebut.

Mari kita merdekakan hati kita, terus berkarya dan mengeluarkan kemampuan terbaik kita.

Merdeka…merdeka…merdeka…

Ngobrol dengan saya langsung di twitter: @yugoartono dan Facebook: Yugo Artono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *