Menemukan Kebahagiaan Dalam Berpikir Positif

image

Ada satu pelajaran yang saya ambil dari pembicaraan dengan seorang teman siang kemaren, saat saya sedang dalam perjalanan untuk sebuah meeting.

Siang itu seperti siang-siang sebelumnya, jalanan macet dan cuaca panas, perpaduan pas untuk istirahat sambil tiduran dalam mobil.

Tapi entah kenapa saya tidak memilih untuk tidur, saya mengajak ngobrol teman saya yang sedang menyetir. Awalnya hanya sekedar basa-basi, menanyakan tentang tempat tinggalnya, anaknya sampai keadaan keluarganya. Sampai akhirnya dia bercerita semakin dalam tentang kondisi keluarganya yang tidak begitu berkecukupan, tapi selalu merasa bahagia.

Dia mulai bercerita tentang betapa beratnya kehidupan yang dia jalani. Jangankan untuk bisa bersenang-senang bepergian bersama keluarga, untuk membayar angsuran hutang keluarganya saja dia harus bekerja di dua tempat.
Tapi anehnya tiap kali bertemu, sama sekali tidak pernah terlihat wajahnya seperti wajah-wajah orang yg sedang dirundung masalah.

Menurutnya, tidak ada gunanya seseorang menunjukkan kesedihan atas permasalahan apapun yg dialami. Selain tidak enak dipandang, orang yang berwajah sedih itu juga mampu menutup datangnya peluang yang mungkin bisa dia dapatkan bila tidak menunjukkan kesedihan itu sendiri.

“Kalo kita diberi cobaan sama Tuhan, kita pasti bisa menyelesaikannya, buktinya kita sudah mendapat cobaan itu. Kan janji Tuhan Ia tidak akan menurunkan cobaan yang lebih besar dari kemanpuan umatNya.”

Dia selalu berprinsip bahwa, untuk menjadi bahagia, kita hanya perlu berpikir positif. Sekecil apapun pemikiran negatif yang kita simpan, itu akan merusak hati dan membuat kita kehilangan kebahagiaan.

Contohnya saat kita disakiti orang lain. Memusuhi atau membalas perbuatannya adalah tindakan yang salah. Karena kemarahan kita hanyalah untuk menuruti dan memuaskan nafsu kita untuk marah. Hal itu sama sekali tidak ada manfaatnya, bahkan akan semakin menjauhkan kita dengan dia. Dan yang paling penting, kemarahan kita tidak akan pernah bisa merubah perilaku orang tersebut.

Justru dengan senyuman dan sedikit penjelasan, akan membuat dia selalu mengenang kita. Tidak ada lagi permusuhan, bahkan kita akan semakin bahagia.

Mereka yang membaca artikel di atas, biasanya juga membaca artikel berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *