Roy Dan Lubang Paku

 

Picture2

Tampaknya matahari pagi ini sedang malu memperlihatkan keagungan sinarnya. Burung yang biasa bernyanyi bersandarkan riuh ranting yang berbenturan dengan ranting lainpun tak lagi terdengar, Suasana pagi itu sangat serasi dengan perasaan hati Ayah bijak. Ia sedang gundah memikirkan anak lelakinya yang terkenal sangat nakal.

Sebut saja Roy, sepulang sekolah dia dikejar teman-teman sebaya dari sekolah lain. Setelah berhasil mengecoh teman-temannya, Roy masuk kerumah sambil cengar-cengir.

“Masalah apa lagi yang telah kau buat Roy?”

“Oh tidak Yah, aku hanya memberi pelajaran kepada anak-anak sombong dari sekolah kampung sebelah”

“Tidakkah kau sadar banyak orang yang bilang bahwa kau nakal? Bahkan teman-temanmu sendiri sering kau sakiti hatinya”

Roy memang cukup sering membuat ulah, dia melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, bahkan bila ada orang yang tidak disukainya, dia selalu menjahilinya. Pernah suatu ketika teman wanitanya mengingatkan bahwa perlakuannya itu tidak baik, tapi dia malah membentak temannya sampai dibuat menangis.

Roy sebetulnya sadar bahwa apa yang dia lakukan itu tidak baik, dan setelah melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu, dia langsung meminta maaf, dan kesalahannya adalah Roy menganggap masalah langsung selesai ketika dia sudah meminta maaf.

Akhirnya Ayah bijak meminta Roy melakukan sesuatu, “Roy tiap kali kau mempunyai masalah dengan seseorang, tancapkanlah sebuah paku ke papan kayu yang sudah Ayah siapkan di halaman belakang”. Walaupun tak tahu apa maksudnya, Roy tetap melakukan perintah Ayahmya.

Sebulan kemudian Ayah bijak memanggil Roy ke depan papan kayu yang telah penuh dengan paku. Lalu Roy diminta mencabut paku tersebut satu-persatu. Roypun semakin bingung.

Ayah bijak dengan tenang memberikan penjelasan pada Roy, ”Roy anakku, ketika kau bermasalah dengan seseorang, itu ibarat kau menancapkan paku ke hatinya, walaupun sudah kau cabut paku itu, dia akan tetap meninggalkan bekas atau lubang menganga yang tak akan pernah hilang, jadi hindarilah berkonflik dengan orang lain, terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *