Bulan Iri Hati Kepada Matahari

wedding_invitation__the_sun_and_the_moon_by_madame_dei-d5uciiaPada malam yang sunyi banyak anak kecil bermain dan berlarian di tanah lapang sambil menikmati langit malam. Bulan berkata dengan lantang, “aku memang yang paling indah di langit, semua orang senang melihatku”, lalu bintang yang muak karena terlalu sering mendengar kesombongan bulan membalas, “anak-anak itu senang melihat langit karena menunggu indahnya pendaran kami, terlebih jika bicara raja di langit, masih ada matahari, kau tidak ada apa-apanya dibanding matahari, kemunculan dan kepergiannya selalu dinantikan oleh banyak orang”.

Bulan terdiam dan semalaman memikirkan kata-kata bintang. Esoknya, saat matahari datang, bulan bersih keras tidak mau turun, walaupun matahari memaksanya untuk bergantian. Bulan ingin memperlihatkan bahwa dia tidak kalah dibanding matahari, tapi justru yang terjadi, sama sekali tidak ada orang melihatnya, karena cahayanya kalah kuat. Semenjak kejadian itu, bulan sangat sedih, tiap malam dia selalu murung dan merasa tidak berguna karena dikalahkan matahari.

Melihat bulan yang selalu murung, bintangpun mendekatinya, “hai bulan, sadarlah, kamu sebetulnya bukan kalah dari matahari, bila kamu bertarung melawan matahari di kala siang, tidak mungkin kamu menang, karena matahari adalah rajanya siang, tapi tidak ingatkah kamu, anak-anak yang bermain di tanah lapang, mereka dapat menikmati indahnya malam karena ada kau bulan, dan aku bintang, bulan dan bintang tidak akan pernah bisa terpisahkan, karena bersatulah kita bisa menjadi rajanya malam”.

Bila kepintaran ikan hanya dinilai dari caranya memanjat pohon, maka semua ikan akan dinilai bodoh, padahal jelas-jelas ikan jauh lebih pintar berenang dibandingkan seekor monyet.

Jadilah seorang ahli hanya pada bidang yang kita minati, jangan iri terhadap keahlian orang lain pada hal yang mereka minati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *