Memandang Rendah Kemewahan

teladan_sikap_dalam_kesederhanaan__ayahku_by_aurel7-d4kgs45
Saya teringat kata-kata seorang guru. “Gaya hidup yang boros dibandingkan dengan sedikit berhemat saja, hasilnya seperti langit dan bumi saat kamu tua”.

Saat ini gaya hidup seolah mengalahkan kebutuhan primer. Makan sehari-hari tidak harus mahal, tapi gadget harus update terus. Karena tinggal di luar kota dan kos, tidak perlu cepat-cepat menabung untuk beli rumah, yang penting tiap minggu bisa shopping baju baru dan nongkrong di café.

Parahnya banyak orang justru mendewakan gaya hidup ini melebihi kapasitas mereka. Baru bekerja dengan gaji 4 juta, sudah memaksakan diri membeli gadget dengan harga 7 juta. Dunia perbankan menyambut tren gaya hidup saat ini dengan mengeluarkan kartu kredit. Hal ini membuat kita semakin sulit membedakan antara mengeluarkan uang 200 ribu dengan 2 juta, karena sama-sama hanya perlu membubuhkan tanda tangan.

Prinsip menabung menjadi di nomer duakan setelah terpenuhinya kebutuhan rutin yang seolah-olah terlihat sebagai kebutuhan pokok. “Saya akan menabung bila ada sisa uang”, tapi apa yang terjadi, lebih banyak orang yang berkata seperti itu tidak kunjung memulai menabung.

Saya memiliki kenalan seorang rektor salah satu perguruan tinggi di Bali, beliau juga memiliki usaha catering yang cukup besar, bahkan sekarang mulai merambah bisnis properti dan beberapa bisnis lainnya. Ketika saya bertanya apa kunci suksesnya, dengan tegas dia menjawab, “Saya sangat senang menabung. Saya mencoba untuk sedikit memandang rendah kemewahan saat saya masih merintis karir ataupun bisnis, tapi ternyata justru kesederhanaan ini menjadi kebiasaan. Anehnya justru dalam kesederhanaan ini saya menemukan bahagia baik dalam lingkungan pekerjaan, keluarga maupun lingkungan sekitar”.

Sebuah riset mengatakan bahwa kebahagiaan ternyata justru berada di peringkat pertama yang paling dicari banyak orang mengalahkan kekayaan, jabatan, bahkan kesehatan. Celakanya banyak yang dilakukan orang justru menjauhkan mereka dari kebahagiaan itu sendiri untuk mengejar kesenangan sesaat.

Kesederhanaan ternyata banyak manfaatnya, kenapa kita tidak coba menerapkan sedikit saja kesederhanaan dalam kehidupan kita sehari-hari. Belajar untuk tidak menilai sesuatu dari tag harga ataupun nilai material yang  terkandung di dalamnya. terkandung di dalamnya. Mengeluarkan uang hanya untuk membeli barang-barang yang kita butuhkan, Mengeluarkan uang hanya untuk membeli barang yang benar-benar kita butuhkan, bukan yang dibutuhkan untuk terlihat fashionable.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *