“Produk Gagal” Laris Manis yang Mampu Mengubah Dunia

DIGITAL CAMERAKegagalan dalam hal apapun pastilah menjadi suatu momok yang cenderung dijauhi semua orang. Padahal menurut pengalaman orang-orang yang sudah sukses, perjalanan mereka justru ditaburi kegagalan-kegagalan yang justru memacu mereka untuk berinovasi sehingga mendapatkan sebuah pencapaian dan pada akhirnya mengarahkan mereka pada kesuksesan itu sendiri.

Anekdot di atas pastilah sudah tidak asing di telinga kita. Tapi apabila kita berada dalam posisi dimana kita mengalami kegagalan tersebut, sudah siapkah?

Saya akan melanjutkan dengan sebuah studi kasus. Renungkan dan jawablah pertanyaan di bawah ini!

Anda adalah seorang yang sangat menghargai kreativitas. Suatu hari karena ingin berbisnis, tentunya anda mencurahkan semua tenaga untuk menciptakan sebuah produk atau model usaha yang kreatif pula. Singkat kata karena hobi memasak, anda menciptakan sebuah resep makanan baru yang merupakan hasil perpaduan masakan khas Indonesia dan Jepang. Anda menciptakan Batagor “Oishī” (dalam bahasa jepang artinya lezat). Anda mencoba mengkombinasikan batagor dengan wasabi bumbu khas sushi yang sudah mendunia. Siang malam anda berusaha menemukan perpaduan bumbu yang pas agar bisa mengkawinkan batagor dengan wasabi. Setelah menghabiskan waktu satu bulan bekerja keras, anda melakukan test food kepada keluarga dan teman dekat. Luar biasanya tanggapan mereka rasanya aneh, bahkan beberapa orang yang memakannya muntah. Apa yang akan anda lakukan.

Apapun jawaban anda, mari kita coba melihat beberapa cerita berikut:

Brownies

Chocolate Brownies
Sumber Photo: http://en.wikipedia.org/wiki/Chocolate_brownie

Kue kecelakaan karena lupa memasukkan baking soda, namun justru laris manis karena di posisikan sebagai kue varian baru. Pada tahun 1904 resep brownies pertama kali muncul dalam buku memasak Home Cookery yang disebut Service Club Cook Book, dan pada tahun 1905 pada buku resep The Boston Globe serta pada tahun 1906 dalam buku resep The Boston Cooking School Cook Book yang ditulis oleh Fannie Merritt Farmer. Browniespun menjadi semakin terkenal.

 Pocari Sweat

800px-2008JinShiMarathon_SponsorArea_PocariSweat-2
Sumber Photo: http://commons.wikimedia.org/wiki/File:2008JinShiMarathon_SponsorArea_PocariSweat-2.jpg

Minuman pengganti Ion tubuh yang ditolak pasar pada awal kemunculannya karena berasa aneh, tapi malah dibagi-bagikan gratis sepanjang tahun. Mereka mempositiongkan produk sebagai sebuah minuman yang menyegarkan saat anda berkeringat setelah beraktivitas berat. Pada musim panas tahun kedua setelah peluncurannya, Akihiko Otsuka, Presiden Direktur Otsuka Pharmaceutical ke-3, mampu mengedukasi pasar dan saat ini telah memasarkan produknya ke 16 negara termasuk di Indonesia dengan nilai penjualan setara triliunan rupiah.

Tipp-Ex

00215X
Sumber Photo: https://www.office365.co.uk/P/00215X/Tipp-Ex-Rapid-Fast-Dry-Correction-Fluid-Foam-Applicator-20ml-Ref-8012969-Pack-10

Bette Nesmith Graham, seorang sekretaris yang memiliki cita-cita menjadi seorang seniman, sering melakukan kesalahan pengetikan. Akhirnya dia mendapatkan inspirasi saat melihat seorang pelukis menumpuk warna sebuah gambar dengan cat warna lain. Dia mencoba menutupi kesalahan mengetiknya dengan sebuah cat yang dia blend sendiri komposisinya, sehingga lebih cepat mengering dan tidak merusak kertas. Saat ini hampir di setiap kotak pensil anak sekolah di seluruh dunia, bersemayam ide Bette.

 Badmash Company

badmaashcompany
Sumber Photo: http://www.traileraddict.com/poster/badmaash-company

Perusahaan konveksi yang sempat dirundung masalah saat satu juta potong kemejanya dikembalikan oleh para distributor karena ternyata luntur setelah dicuci. Nilai saham merekapun anjlok. Namun Karan, keponakan dari pemilik perusahaan, mendapatkan ide yang sangat brilian. Dia mampu mempositioningkan produk gagal Badmash, kemeja yang luntur setelah dicuci, menjadi varian produk baru, kemeja yang mampu berganti warna setiap kali dicuci.

buy-now-post-it-notes-150-p
Sumber Photo: http://mobileesl.blogspot.com/2011/08/greatest-and-cheapest-mobile-gadget.html

Pada awalnya Dr. Spencer Silver, seorang ahli kimia yang bertugas melakukan pengembangan produk di perusahaan 3M, mencoba membuat sebuah perekat super kuat. Alih-alih berhasil, lem tersebut memang sangat mudah menempel, tapi tidak sulit untuk dicabut, bahkan bisa digunakan kembali. Sampai akhirnya dia bertemu rekannya Art Fry yang berprofesi sebagai seorang penyanyi gereja. Art Fry mengatakan pada Dr. Spencer Silver, bahwa dirinya sangat terbantu dengan lem tersebut sebagai perekat pada penanda buku lagunya. Melalui serangkaian penelitian, Dr. Spencer Silverpun akhirnya menemukan “post-it note”. Catatan kecil yang sangat membantu kita meninggalkan pesan dan mudah menempel dimana saja.

Setelah membaca beberapa cerita di atas, di mana momen terciptanya sebuah produk yang gagal, ternyata justru mampu menghasilkan pundi-pundi uang yang luar biasa besarnya. Sekarang renungkanlah jawaban anda atas studi kasus Batagor “Oishī”.

“A person who never made a mistake never tried anything new.” – Albert Einstein.

Kesuksesan itu bergantung dari bagaimana anda memberikan makna lain dari kegagalan yang anda alami.

One Reply to ““Produk Gagal” Laris Manis yang Mampu Mengubah Dunia”

  1. I read a lot of interesting content here. Probably you spend a lot of time writing, i know how to save you a lot of work,
    there is an online tool that creates high quality, google friendly posts in minutes, just search in google – laranitas free content source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *