Tergopoh-gopoh Mengarak Ogoh-ogoh

IMG_1299
Penampilan Salah Satu Tim Pengarak Ogoh-ogoh

Saudara kita yang berada di Jakarta khususnya yang beragama hindu telah merayakan Tahun Baru Saka ke 1935, pada 12 Maret 2013 lalu, sehari sebelum perayaan nyepi tahun ini, pemerintah DKI Jakarta menggelar parade Ogoh-Ogoh, sebanyak 16 Ogoh-ogoh diarak dan dilombakan di silang Monas untuk memperebutkan piala Gubernur DKI Jakarta, jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya ada 14 Ogoh-ogoh.

Para peserta terlihat cukup bersemangat mengarak dan memainkan boneka raksasa yang seolah dapat bercerita melalui ekspresi dan gestur yang dibentuk dengan balutan kesenian khas warga Bali tersebut. “Mengarak Ogoh-ogoh itu tidak gampang, capek, berat dan beresiko kalau sampai terjatuh, kuncinya cuman semangat dan kerjasama tim” Aku Gede Tegar Buddhi Adnyana sambil tergopoh-gopoh setelah mengarak Ogoh-ogoh.

IMG_1394
Pemenang Parade Ogoh-Ogoh 2013

Selain arakan Ogoh-ogoh, siang itu juga dimeriahkan oleh berbagai keseneian lain seperti Ondel-ondel, tanjidor, marawis, barongsai, reog ponorogo, dan beberapa tarian tradisional Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama – Ahok turut hadir untuk melepas parade Ogoh-ogoh sore itu. Menggunakan destar ungu di kepala, kemeja putih dan saput (sarung khas bali) dengan perpaduan warna ungu-merah muda, beliau festival budaya seperti ini dapat menjadi ajang untuk menyatukan semua etnis di Ibu Kota dan juga harapan baru untuk Indonesia. “Melalui Tahun Baru Saka ini, kita akan melalui Jakarta Baru menuju Indonesia Baru” kata Pak Wagub.

IMG_1341
Suasana Parade Ogoh-Ogoh Di Silang Monas
IMG_1321
Gadis Pengiring Tim Ogoh-Ogoh
IMG_1307
Tim Ogoh-Ogoh Cilik
IMG_1564
Ogoh-Ogoh Raksasa
IMG_1457
Selain Ogoh-Ogoh Juga Ada Penampilan Tari-tarian
IMG_1497
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok, Memberikan Piala Gubernur Kepada Pemenang Parade Ogoh-Ogoh
IMG_1524
Tim Pengiring Ogoh-ogoh
IMG_1645
Penampilan Tim Pengiring Ogoh-Ogoh

Ribuan masyarakat Jakarta ikut larut memeriahkan acara tersebut, baik bagi mereka yang memang merayakan Nyepi ataupun yang hanya sekedar datang untuk berfoto dengan Ogoh-ogoh yang tinggi rata-ratanya bisa mencapai 5meter itu. Dengan bentuk dan warna yang mencolok dan beraneka ragam, mulai dari raksasa buruk rupa, hanoman, leak dan banyak lagi yang lainnya, ditambah keceriaan yang terpancar dari para pesereta pengarak Ogoh-ogoh, acara ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *