Benarkah Valentine itu indah?

IMG_8273Bunga, coklat, candle light dinner atau sekedar merasakan kehangatan keluarga dengan makan malam dirumah, semuanya merupakan simbol yang paling melekat dalam benak setiap orang ketika hari valentine tiba.

Berbagi kasih sayang dengan memberikan hadiah sebagai simboliknya, ini merupakan budaya yang sangat positif, namun beberapa organisasi kepemudaan memberikan penolakan keras dan menghimbau generasi muda yang lain untuk tidak mengikuti perayaan hari valentine ini. Lalu apa sebenarnya yang mendasari aksi mereka?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit cerita  tentang sejarah dari hari valentine. Memang ada beberapa versi, namun yang paling terkenal adalatih cerita tentang dari zaman romawi kuno, dimana kematian seorang pastur bernama Santo Valentino. Pada masa kepemimpinan Claudius dikeluarkan sebuah larangan menikah bagi para pemuda karena banyak dari mereka jadi malas berperang dan memilih memadu kasih bersama pasangannya.

Namun pendeta Santo Valentinus terang-terangan menentang larangan tersebut dengan tetap menjalankan tugasnya sebagai pendeta, ia menikahkan sepasang muda-mudi dan na’as, apa yang dia lakukan diketahui oleh Claudius. Akhirnya pendeta inipun di vonis mati dan di eksekusi pada 14 Februari.

Perjuangan Santo Valentinus yang rela mengorbankan nyawanya untuk memperjuangkan sebuah cinta inilah yang pada akhirnya membuat orang mengenangnya dan menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari valentine atau hari kasih sayang.

Celakanya di Indonesia kebiasaan latah mengikuti kebudayaan barat ini dibarengi dengan pengekspresian bentuk kasih sayang yang terlalu berlebihan di kalangan anak muda. Pergaulan bebas semakin meraja rela, tak pelak hal inilah yang memicu keprihatinan beberapa organisasi kepemudaan tersebut. Mereka berpendapat bahwa merayakan hari valentine merupakan pintu masuk bagi pergaulan bebas yang semakin meraja rela.

Terlepas apakah benar valentine mengarahkan para pemuda yang kelewat batas dalam mengekspresikan bentuk kasih sayangnya itu atau tidak, pergaulan bebas akan selalu memberikan dampak yang buruk bagi pelakunya, semoga dengan semakin banyaknya masalah yang menimpa negri ini membuat generasi muda semakin dewasa dan tidak menjadikan keindahan di hari valentine menjadi masa depan yang kelam bagi negeri kita tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *