HIU AIR ASIN Menjangan Besar (Karimunjawa)

Kolam Hiu di Menjangan Besar

Mengutip filosofi konsep Yin Yang, yang menjelaskan bahwa semua hal di alam semesta ini selalu berpasangan, bila ada terang maka ada gelap, ada dingin maka ada panas, bila ada HIU air asin maka menurut sepengetahuan saya HIU air tawar itu tidak ada, wink.

Sampai pada akhirnya saya tahu bahwa di Papua Nugini, WWF telah mempublikasikan penemuan HIU air tawar yang diberi nama Glyphis Garricki oleh pakarnya dunia ikan-ikanan Jack Garrick. Dan yang cukup mengagetkan ternyata HIU Glyphis itu banyak ditemukan di sungai-sungai besar di ASIA seperti sungai gangga. Jadi bisa bayangin kan kalo kita lagi asik-asiknya maen air di sungai gangga, tiba-tiba ngeliat ada buaya lagi becandaan sama hiu bareng di deket kita. Serem abessss….

Oke, kita kembali ke topik, tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang perbedaan HIU air tawar dan HIU air asin. Ceritanya saya memulai island hoping di Karimunjawa dari menjangan besar, pulau terdekat dari kepulauan utama Karimunjawa. Matahari sedang bersinar sangat terang, walaupun sedikit membuat guncangan pada kapal yang saya tumpangi, tapi ombak masih cukup bersahabat, sesekali saya melihat beberapa burung menukik tajam ke permukaan untuk menangkap ikan.

Butuh waktu setidaknya 15 menit kapal yang saya tumpangi bersandar di Menjangan Besar, saya membantu Pak Mul mengkaitkan tali penahan kapal pada sebuah kayu yang ditambatkan pada deretan papan yang disusun rapi diatas beberapa pelampung, bagi saya terlihat seperti keramba, atau memang dulunya adalah bekas keramba saya belum sempat menanyakannya.

Pak Mul adalah pemilik kapal yang berbadan tegap tapi agak sedikit pendek, kulitnya yang gelap akan membuat orang dengan mudah menerka bahwa dia adalah seorang nelayan, ditambah bau garam yang khas yang se

lalu menyebar disekelilingnya.

Selesai membantu Pak Mul merapikan posisi kapal, saya buru-buru menghambur ke kolam HIU, seumur-umur baru kali ini ngerasain balapan senorkeling sama HIU, aselii, HIU beneran. Dengan nafas tersengal-sengal berusaha mendahului si HIU, bukan karena pengen ngeduluin, tapi saya tidak mau tiba-tiba tu HIU yang sudah ada di depan berbalik arah dan menatap saya yang lagi kebingungan mengatur nafas, lalu sang HIU dengan leluasa menyunggingkan senyum kemenangan sambil berkata “selamat pagi sarapan”. Tidakkk…

Tapi kalau dipikir-pikir ngeri juga kali lagi asik-asik senorkeling trus dibuntutin HIU dibelakang kita, pokoknya snorkeling di kolam HIU itu jadi serba salah deh. Bikin dag dig dug, cetar membahana.

This is it, Black Shark Tip

Setelah beberapa lama bercengkerama dengan mereka, saya baru sadar kalau ternyata HIU itu mukanya aja yang serem, tapi sebetulnya mereka itu baik, dan ternyata penjaga pulau pun yang sudah lama mengenal mereka juga mengiyakan pendapat saya.

Kebanyakan dari kita sudah terlalu sering mendapat doktrin negatif dari beberapa film yang menampilkan keganasan sesosok HIU, sehingga yang ada di bayangan kita, HIU itu selalu menyerang manusia, padahal pada kenyataanya salah besar, tapi bukan berarti kita bisa sembarangan mengganggu mereka, karena pada dasarnya mereka adalah carnivora, bila kita mengganggu terlalu berlebihan, seperti berusaha menangkap atau mengejar-ngejar mereka, itu juga membahayakan kita.

Pulau ini sangat wajib dikunjungi karena termasuk salah satu pesona Karimunjawa, ada dua kolam yang berisi HIU abg dan yang sudah dewasa, jenis mereka adalah Black Shark Tip. Kolam HIU abg berisi sekitar 10 ekor sedangkan kolam HIU dewasa berisi sekitar 15 ekor (februari, 2011). Selain HIU di dalam kolam juga terdapat spesies ikan lain seperti clown fish, triger fish, barakuda, dll.

Bersebelahan dengan kolam HIU, terdapat kolam penangkaran tukik atau anak penyu. Kita bisa mengambil satu ekor, membersihkannya, dan membawanya ke tepi pantai untuk dilepaskan. Dan untuk bisa berenang di kolam HIU dan melepas tukik kita dikenakan biaya masing-masingnya lima ribu saja.

Melepas tukik

Tentu saja saya tidak akan melewatkan moment ini, setelah memilih tukik saya membersihkannya dan membawanya ke tepi pantai dengan sebuah ember biru yang berisi air yang telah disiapkan oleh penjaga pulau. Tapi sayangnya tidak semua tukik bersemangat untuk menjelajah lautan, sebagian besar dari mereka tidak mau membuka kaki yang selalu menempel di dalam cangkang, sayapun berusaha membantu dengan menarik-narik lembut kakinya yang kecil, dan “voilla” tukik saya berenang bebas menuju samudera.

Berjalan dari kolam tukik menuju tepi pantai tempat pelepasannya, kita akan melewati sangkar elang jawa yang cukup gagah dengan dadanya yang tegap dan termasuk spesies langka.

Bila mau memutar ke belakang kita dapat menikmati sunset yang cukup indah. Secara keseluruhan Menjangan Besar merupakan tempat penangkaran tukik, elang, HIU “air asin” dan merupakan icon pulau Karimunjawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *